Rabu, 26 November 2025

Database Arsip Perusahaan

 Sistem Arsip Digital Perusahaan


Dalam sebuah perusahaan, terutama yang bergerak di industri energy drink dengan proses produksi, pemasaran, distribusi, dan legalitas yang kompleks, keberadaan sistem arsip yang tertata rapi merupakan kebutuhan mutlak.

Melalui sistem Database Arsip Perusahaan, seluruh data dapat dikelola dengan lebih profesional, modern, dan aman. Berikut rangkuman bagaimana sistem ini bekerja dan keunggulan yang dapat diperoleh perusahaan.


1. Database


Ini merupakan database yang berisi struktur tabel berupa :
1. arsip
2. departemen
3.file_arsip
4.kategori_arsip

2. Tabel [arsip]

Ditabel [arsip] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



3. Tabel [departemen]

Ditabel [departemen] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



4. Tabel [file_arsip]

Ditabel [file_arsip] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



5.Tabel [kategori_arsip]

Ditabel [kategori_arsip] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



6. Relasi Database


1. Tabel departemen → tabel arsip
Relasi:
-One-to-Many (1 Departemen memiliki banyak Arsip)

2. Tabel kategori_arsip → tabel arsip
Relasi:
-One-to-Many (1 Kategori memiliki banyak Arsip)

3. Tabel arsip → tabel file_arsip
Relasi:
-One-to-Many (1 Arsip memiliki banyak File)

-Departemen memiliki banyak Arsip
-Kategori Arsip memiliki banyak Arsip
-Arsip memiliki banyak File Arsip
Semua relasinya adalah One-to-Many, tidak ada Many-to-Many dan tidak ada One-to-One.

7. Trigger Database

Setiap kali ada perubahan pada data arsip (misalnya update informasi), sistem akan memeriksa:
1. tanggal_upload arsip
2. Menghitung selisih umur terhadap tanggal hari ini
3. Jika umur ≥ 5 tahun → status langsung diganti menjadi diarsipkan.

Fitur ini mencegah arsip lama terlewat atau tidak terkelola.


Minggu, 07 September 2025

Trigger SQL

TRIGGER SQL

Apa Itu Trigger SQL ?

Trigger SQL adalah sebuah mekanisme otomatis di dalam sistem manajemen basis data yang akan berjalan secara otomatis ketika ada peristiwa tertentu pada sebuah tabel, seperti INSERT (penambahan data), UPDATE (perubahan data), atau DELETE (penghapusan data). Dengan adanya trigger, kita tidak perlu menuliskan perintah SQL secara manual setiap kali ada perubahan data, karena database akan langsung menjalankannya.

Fungsi Utama Trigger ?

  • Otomatisasi proses rutin di database.
  • Validasi data sebelum disimpan.
  • Menjaga log atau riwayat perubahan data.
  • Mengurangi beban aplikasi karena sebagian logika sudah ditangani di level database.
Dengan kata lain, trigger adalah asisten otomatis di database yang bekerja di belakang layar untuk memastikan data selalu benar, akurat, dan konsisten tanpa harus campur tangan manual dari programmer atau pengguna.

Contoh Trigger

1. Stok Berubah Jika Di Update


2. Stok Kembali Jika Di Hapus


3. Stok Berubah Jika DI Insert





Rabu, 27 Agustus 2025

Join Database

 JOIN DATABASE

- Apa Itu Join Database ?

  JOIN database adalah perintah dalam Structured Query Language (SQL) yang digunakan untuk menggabungkan baris-baris dari dua tabel atau lebih berdasarkan kolom atau kunci yang saling berhubungan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu set data yang lebih lengkap dari beberapa tabel yang terpisah, serta untuk menciptakan tabel sementara baru (temporary table) yang berisi gabungan data tersebut

- Macam Macam Join Database

1. Inner Join

Inner join merupakan penggabungan yang cukup umum digunakan, dimana pada join ini SQL hanya akan mengambil data yang beririsan saja untuk masing-masing tabel. Sementara untuk data yang tidak sama untuk kedua tabel akan diabaikan. Misalkan kita memiliki 2 table, yaitu table orders dan table customer, lalu kita ingin menggabungkan kedua tabel menggunakan INNER JOIN dengan Customer ID sebagai kata kuncinya.

2. Left Join

Jenis join selanjutnya yang juga sering digunakan oleh praktisi data adalah LEFT JOIN. Pada umumnya, konsep join yang digunakan masih sama, yaitu menggabungkan dua tabel atau lebih. Hanya saja pada left join, SQL akan menampilkan semua isi dari tabel pertama kemudian untuk data di tabel kedua akan menyesuaikan dengan kolom yang ada di tabel kedua.


3. Right Join

Konsep yang digunakan pada right join sebenarnya hampir mirip dengan konsep yang digunakan pada left join. Jika pada left join SQL akan menggabungkan data dengan mengikuti tabel pertama yang dianggap berada di kiri, maka pada right join data akan digabungkan sesuai dengan kolom yang ada pada tabel kedua.

4. Outer Join


Join selanjutnya yang bisa kamu gunakan adalah Full Join atau yang dikenal juga dengan sebutan Outer Join. Pada Outer Join, semua data baik yang ada di tabel yang ada di sebelah kiri maupun tabel yang ada di sebelah kanan akan dimasukkan semuanya. Kemudian untuk data yang kosong di masing-masing tabel akan diberi nilai Null.


Minggu, 24 Agustus 2025

Tugas Normalisasi

 Tugas Normalisasi


0NF

Contoh data di atas merupakan data yang belum dinormalisasi, selanjutnya menuju tahap normalisasi 1NF.


1NF

Suatu tabel dikatakan 1NF jika dan hanya jika setiap atribut dari data tersebut hanya memiliki nilai tunggal dalam satu baris.


2NF




Syarat 2NF adalah tidak diperkenankan adanya partial “functional dependency” kepada primary key dalam sebuah tabel.

3NF



Pada 3NF tidak diperkenankan adanya partial “transitive dependency” dalam sebuah tabel.

Rabu, 13 Agustus 2025

Normalisasi Database

Normalisasi Database


1. Pengertian Normalisasi Database

Apa Itu Normalisasi Database?

   Normalisasi database adalah proses pengelompokan atribut data yang membentuk entitas sederhana, nonredundant, fleksibel, dan mudah beradaptasi. Sehingga dapat dipastikan bahwa database yang dibuat berkualitas baik.

2. Tujuan Normalisasi Database

Tujuan utama dari normalisasi database adalah:

- Menghilangkan dan mengurangi redudansi data.
- Memastikan dependensi data (data berada pada tabel yang tepat).


Jika sebuah database belum dinormalisasi, kemungkinan terburuk yang akan merugikan sistem adalah:

a. INSERT Anomali

Situasi dimana tidak memungkinkan untuk memasukkan beberapa jenis data secara langsung di database.

b. UPDATE Anomali

Situasi dimana nilai yang diubah mengakibatkan ketidakkonsistenan database, artinya data yang diubah tidak sesuai dengan yang diinginkan.

c. DELETE Anomali

Penghapusan data tidak sesuai yang diharapkan, artinya data yang seharusnya tidak terhapus malah terhapus.

3. Database Seperti Apa Yang Bisa Dinormalisasi?

   Tidak semua database bisa dinormalisasi, hanya tipe “relational database” yang bisa dinormalisasi. Banyak vendor DBMS (Database Management System) diantaranya Oracle, MySQL, SQL Server, PostgreSQL, dll.

4. Bagaimana Cara Melakukan Normalisasi Database?

   Untuk melakukan normalisasi database kita harus mengidentifikasi data seperti apa yang akan disimpan.



Contoh data di atas merupakan data yang belum dinormalisasi, selanjutnya menuju tahap normalisasi 

1NF

   Suatu tabel dikatakan 1NF jika dan hanya jika setiap atribut dari data tersebut hanya memiliki nilai tunggal dalam satu baris.

Jadi, tabel yang belum dinormalisasi tadi perlu diubah, sehingga bentuk 1NF menjadi seperti ini



   Inti dari normalisasi 1NF adalah tidak boleh ada grouping data ataupun duplikasi data. Sekarang lanjut pada tahap normalisasi 2NF

2NF

   Syarat 2NF adalah tidak diperkenankan adanya partial “functional dependency” kepada primary key dalam sebuah tabel

Apa itu “functional dependency”?

   Functional dependency adalah setiap atribut yang bukan kunci (non key) bergantung secara fungsional terhadap primary key.

   Intinya adalah pada tahap normalisasi 2NF ini tabel tersebut harus dipecah berdasarkan primary key. Sehingga bentuk normalisasi 2NF dari tabel tersebut adalah sebagai berikut


3NF

Pada 3NF tidak diperkenankan adanya partial “transitive dependency” dalam sebuah tabel

Apa itu “transitive dependency”? Transitive dependency biasanya terjadi pada tabel hasil relasi, atau kondisi dimana terdapat tiga atribut A, B, C. Kondisinya adalah A ⇒ B dan B ⇒ C. Maka C dikatakan sebagai transitive dependency terhadap A melalui B.

Intinya pada 3NF ini, jika terdapat suatu atribut yang tidak bergantung pada primary key tapi bergantung pada field yang lain maka atribut-atribut tersebut perlu dipisah ke tabel baru.

Contohnya ada pada atribut qty, kolom tersebut tidak bergantung langsung pada primary key kode_faktur melainkan bergantung pada kolom kode_barang. Jadi setelah dinormalisasi 3NF akan menghasilkan tabel berikut:



    Dari gambar tabel di atas dapat dilihat pada tahap normalisasi 3NF menghasilkan 1 tabel baru dari hasil pemecahan tabel transaksi yaitu tabel detail barang yang isinya menampung barang-barang yang dibeli

   Kolom harga pada tabel detail barang digunakan untuk menyimpan harga barang pada saat proses transaksi. Jadi, meskipun kolom harga pada tabel barang berubah (naik/turun), harga barang yang ada pada tabel detail barang tidak ikut berubah (fixed). Bayangkan jika kita tidak menambahkan kolom harga pada pada tabel detail barang, maka yang terjadi total invoice dari transaksi akan berubah seiring berubahnya harga barang.

5. Kesimpulan

   Normalisasi database adalah proses pengaturan data agar tidak terjadi duplikasi dan ketergantungan yang salah, sehingga data menjadi lebih konsisten dan efisien. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan memecah tabel agar setiap data hanya bergantung pada kunci utama, sehingga menghindari anomali saat memasukkan, mengubah, atau menghapus data.


Rabu, 30 Juli 2025

Penerapan ERD (Entity Relationship Diagram)

 Penerapan ERD (Entity Relationship Diagram)


1. Dokter Dan Pasien






























2. Supplier Dan Pembeli



ERD (Entity Relationship Diagram)


 ERD (Entity Relationship Diagram)




      ERD (Entity Relationship Diagram) adalah diagram yang digunakan untuk memodelkan hubungan antar entitas dalam suatu sistem basis data. ERD membantu menggambarkan struktur logis dari database, termasuk entitas (misalnya: pengguna, produk, transaksi), atribut dari entitas tersebut, dan relasi antar entitas.

A. Komponen Utama ERD

1. Entitas (Entity)

Entitas adalah objek nyata atau konsep yang datanya disimpan di dalam basis data. Bisa berupa orang, benda, tempat, kejadian, atau konsep.

  • Contoh: Mahasiswa, Dosen, Mata Kuliah, Transaksi.

  • Simbol: Persegi panjang.

  • Jenis entitas:

    • Entitas kuat (Strong Entity): Memiliki atribut kunci (primary key) sendiri.

    • Entitas lemah (Weak Entity): Tidak memiliki atribut kunci sendiri dan tergantung pada entitas lain.


2. Atribut (Attribute)

Atribut adalah properti atau karakteristik dari entitas atau relasi.

  • Contoh untuk Mahasiswa: NIM, Nama, Alamat.

  • Simbol: Elips (oval) yang dihubungkan ke entitas.

  • Jenis atribut:

    • Atribut kunci (Key Attribute): Unik untuk mengidentifikasi entitas, digarisbawahi (misalnya: NIM).

    • Atribut sederhana (Simple Attribute): Tidak dapat dipecah lagi (misal: Nama).

    • Atribut komposit (Composite Attribute): Dapat dipecah menjadi beberapa bagian (misal: Alamat menjadi Jalan, Kota, Kode Pos).

    • Atribut multivalue: Bisa memiliki lebih dari satu nilai (misalnya: Nomor Telepon).

    • Atribut turunan (Derived Attribute): Nilainya bisa dihitung dari atribut lain (misalnya: Umur dari Tanggal Lahir)


3. Relasi (Relationship)

Relasi menggambarkan hubungan antar entitas.

  • Contoh: Mahasiswa mengambil MataKuliah, Dosen mengajar MataKuliah.

  • Simbol: Belah ketupat (diamond).

  • Relasi bisa memiliki atribut juga (misalnya: nilai pada relasi Mahasiswa–Mengambil–MataKuliah).


4. Kardinalitas (Cardinality)

Kardinalitas menunjukkan jumlah minimum dan maksimum keterlibatan entitas dalam suatu relasi.

  • Jenis kardinalitas:

    • One to One (1:1): Satu entitas berelasi dengan satu entitas lainnya.



    • One to Many (1:N): Satu entitas berelasi dengan banyak entitas lainnya.



    • Many to Many (M:N): Banyak entitas berelasi dengan banyak entitas lain.



5. Primary Key (Kunci Utama)

Atribut unik yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap entitas secara unik.

  • Contoh: NIM untuk entitas Mahasiswa, KodeMK untuk entitas MataKuliah.

  • Simbolisasi: Digarisbawahi dalam diagram.


6. Foreign Key (Kunci Tamu)

Atribut yang digunakan untuk menunjuk ke primary key entitas lain, biasanya muncul dalam implementasi basis data relasional.


B. Tujuan Penggunaan ERD

1.Memodelkan struktur data

2.Perencanaan desain database

3.Komunikasi antara tim

4.Dokumentasi sistem

5.Membantu pembuatan basis data relasional

6.Identifikasi kebutuhan data

C. Contoh Sederhana ERD


      [Mahasiswa] --- (Mengambil) ---> [MataKuliah]
                |                                                        |
           (NIM)                                           (KodeMK)
          (Nama)                                          (NamaMK)



- Mahasiswa mengambil Mata Kuliah

- Setiap Mahasiswa bisa mengambil banyak MataKuliah, dan satu Mata Kuliah bisa diambil
banyak Mahasiswa (relasi M:N).




Minggu, 27 Juli 2025

PHPMYADMIN : FUNGSI BEBERAPA TOOLSNYA,PENGERTIAN,DAN CARA MENAMBAH TABLE

 Phpmyadmin



1. Pengertian MySQL

MySQL adalah sistem manajemen basis data (DBMS) yang bersifat open-source dan berbasis SQL (Structured Query Language). Digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan mengambil data dalam aplikasi berbasis web atau desktop.

Fitur MySQL:

  • Cepat dan handal untuk aplikasi skala kecil hingga besar.

  • Banyak digunakan dalam stack web (misalnya LAMP: Linux, Apache, MySQL, PHP).

  • Mendukung operasi CRUD (Create, Read, Update, Delete).


2. Pengertian XAMPP

XAMPP adalah software paket yang berisi:

  • X = Cross-platform (bisa di Windows, Linux, Mac)

  • A = Apache (web server)

  • M = MySQL/MariaDB (database)

  • P = PHP (bahasa pemrograman)

  • P = Perl (bahasa pemrograman)

Tujuan XAMPP adalah memudahkan developer untuk menjalankan web server lokal untuk pengujian aplikasi web sebelum diupload ke hosting.


3. Tutorial Menambah Tabel di phpMyAdmin

Langkah-langkah:

  1. Buka XAMPP, aktifkan Apache dan MySQL.

  2. Buka browser, ketik http://localhost/phpmyadmin.

  3. Pilih atau buat database terlebih dahulu.

    • Klik “New” di sidebar kiri.

    • Masukkan nama database → klik Create.

  4. Setelah database dibuat, klik nama database tersebut.

  5. Di bawah tulisan “Create table”, isi:

    • Name: nama tabel

    • Number of columns: jumlah kolom → klik Go

  6. Isi detail kolom seperti:

    • Name (nama kolom)

    • Type (jenis data: INT, VARCHAR, DATE, dll)

    • Length/Values

    • Pilihan lain: Primary Key, Auto Increment, dsb.

  7. Klik Save.


4 .Fungsi Fungsi

1. Database

Fungsi: Menampilkan daftar semua database di server MySQL serta membuat, menghapus, dan memilih database dari sini.

 

2. SQL



Fungsi: Menjalankan perintah SQL secara langsung, seperti SELECT, INSERT, UPDATE, atau DELETE.

 
3. Search (Cari)

Fungsi: Mencari data dalam tabel tertentu atau seluruh database menggunakan kata kunci.

 

4. Query (Builder)

Fungsi: Membantu membuat query SQL secara visual tanpa menulis langsung kodenya.

 
5. Structure (Struktur)

Fungsi: Menampilkan dan mengelola struktur tabel, termasuk nama kolom, tipe data, indeks, dan kunci primer.

 

6. Browse (Telusuri)

Fungsi: Melihat data yang tersimpan dalam tabel dalam bentuk baris-baris.

 

7. Insert (Tambah Data)

Fungsi: Menambahkan baris data baru ke dalam tabel secara manual.

 

8. Export

Fungsi: Mengekspor database atau tabel ke berbagai format (seperti SQL, CSV, Excel). Cocok untuk backup.

 

9. Import

Fungsi: Mengimpor file database ke server (misalnya file .sql, .csv) untuk restore atau upload data.

 
10. Operations (Operasi) 


Fungsi: Mengelola operasi tambahan seperti:

Mengganti nama tabel

Menyalin tabel

Menghapus database

Mengatur collation (penyortiran karakter)

Menambahkan auto_increment, dan lain-lain

 
11. Privileges (Hak Akses)

Fungsi: Mengelola user dan hak akses pengguna ke database (CREATE, DROP, SELECT, INSERT, dll).


12. Status

Fungsi: Menampilkan statistik server MySQL, seperti koneksi, query per jam, cache, dan uptime.

 
13. User Accounts (Akun Pengguna)

Fungsi: Menambahkan, mengubah, atau menghapus akun pengguna MySQL, serta mengatur hak akses dan password.

 

14. Replication

Fungsi: Digunakan untuk mengatur replikasi database (master-slave) — fitur ini lebih teknis dan dipakai di skala besar.


15. Variables

Fungsi: Menampilkan dan mengatur variabel konfigurasi MySQL yang sedang aktif.

 

16. Charsets and Collations

Fungsi: Mengatur pengkodean karakter (UTF-8, Latin1, dll) dan metode penyortiran data.

Kamis, 15 Mei 2025

Sequence & Activity Diagram : ATM

Sequence & Activity Diagram


1.Sequence Diagram






2.Activity Diagram











Kamis, 30 Januari 2025

Use Case Diagram Pengertian,Fungsi Dan Contohnya

 Use Case Diagram

Apa Itu Use Case Diagram?

Use-case diagram merupakan model diagram UML yang digunakan untuk menggambarkan requirement fungsional yang diharapkan dari sebuah sistem. Usecase diagram adalah diagram usecase yang digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya.


Berikut fungsi use case diagram:

  • Menunjukkan tampilan tingkat atas dari suatu sistem
  • Menunjukkan hal-hal yang perlu disediakan pada tingkat organisasi, sistem bisnis, atau sistem TI
  • Menjelaskan fungsi-fungsi yang ada dalam sistem
  • Menjelaskan siapa yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut
  • Menampilkan urutan aktivitas dalam sistem secara sistematis
  • Menggambarkan alur proses bisnis
  • Menjadi penghubung komunikasi antara pengembang dan pengguna
  • Menjelaskan requirement fungsional yang diharapkan dari sebuah sistem
  • Menjelaskan siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya

Berikut Contoh (Website Company Sir Ardhan Studio)



Contoh Aplikasi (Tokopedia Use Case System)






Kamis, 02 Januari 2025

PPL (PEMODELAN PERANGKAT LUNAK)

 PEMODELAN PERANGKAT LUNAK



  • Apa Itu Pemodelan Perangkat Lunak?

Pemodelan perangkat lunak (software modeling) adalah proses pembuatan model atau representasi dari sistem perangkat lunak yang akan dikembangkan. Tujuan dari pemodelan ini adalah untuk menggambarkan struktur, perilaku, dan interaksi sistem secara jelas dan terperinci, sehingga dapat mempermudah pemahaman dan pengelolaan proyek perangkat lunak. Pemodelan ini sering kali digunakan pada tahap perancangan sistem untuk membantu para pengembang dan pemangku kepentingan dalam memvisualisasikan dan merencanakan sistem

  • Macam Macam Pemodelan Perangkat Lunak

Salah satu hal mendasar dari Pemodelan Perangkat Lunak
adalah penggunaan model SDLC atau Software Development Life Cycle. Dirangkum dari laman Educative, jenis model yangpopuler digunakan, di antaranya.

1. Waterfall



Model Waterfall adalah proses berurutan yang digerakkan rencana dan mengharuskan adanya perencanaan dan penjadwalan semua aktivitas sebelum memulai proyek. Setiap aktivitas dalam model ini direpresentasikan sebagai fase terpisah yang disusun dalam urutan linier.
Model ini memiliki beberapa fase, antara lain, persyaratan, desain, penerapan, pengujian, penyebaran, dan pemeliharaan. Model Waterfall memiliki struktur yang kaku, sehingga harus digunakan dalam kasus dengan persyaratan yang dipahami sepenuhnya dan tidak mungkin berubah secara radikal.

2. V Model



V model atau Verification and Validation model merupakan pengembangan dari model Waterfall. Semua persyaratan dikumpulkan di awal dan tidak dapat diubah.
Pada model ini, kamu memiliki aktivitas pengujian yang sesuai untuk setiap tahap. Sementara untuk setiap fase dalam siklus pengembangan, ada fase pengujian yang terkait.
V model mudah dipahami dan memudahkan manajemen proyek. Namun, model ini tak cocok diterapkan untuk proyek kompleks atau proyek yang persyaratannya tidak jelas atau mudah berubah.

3. RAD



RAD atau Rapid Application Development didasarkan pada pengembangan berulang dan pembuatan prototipe dengan sedikit perencanaan yang terlibat. Adapun fase yang ada pada model RAD di antaranya:
  • Pemodelan bisnis
  • Pemodelan data
  • Pemodelan proses
  • Generasi aplikasi
  • Pengujian dan pergantian
Meski disebut rumit, model RAD mengakomodasi perubahan persyaratan, mengurangi waktu pengembangan, dan meningkatkan kemampuan penggunaan kembali komponen.

4. Spiral


Model spiral (spiral model) adalah model pengembangan software dimana proses digambarkan sebagai spiral. Setiap loop akan mewakili satu fase dari proses pembuatan/perancangan software. Loop paling dalam berfokus pada kelayakan dari sistem, loop selanjutnya tentang definisi dari kebutuhan, loop berikutnya berkaitan dengan desain sistem dan seterusnya,


5. Agile


Model proses ini mendorong iterasi pengembangan dan pengujian yang berkelanjutan. Setiap bagian inkremental dikembangkan selama satu iterasi. Sementara setiap iterasi dirancang agar kecil dan dapat dikelola sehingga dapat diselesaikan dalam beberapa waktu saja.
Model Agile memiliki pendekatan realistis untuk pengembangan perangkat lunak. Akan tetapi, model ini kurang cocok untuk proyek yang kompleks. Model Agile lebih sesuai diterapkan untuk proyek dengan persyaratan yang berubah.

6. Incremental



Jenis model ini membagi fungsionalitas sistem menjadi peningkatan kecil yang disampaikan satu demi satu secara berurutan. Fungsi yang paling penting diimplementasikan pada tahap awal. Model ini dinilai sesuai untuk proyek dengan persyaratan yang lengkap dan jelas.

7. Itterative


Model Iterative mengembangkan sistem dengan membangun sebagian kecil dari semua fitur. Ini membantu memenuhi cakupan awal dengan cepat dan merilisnya untuk umpan balik.
Model proses ini dimulai dengan bagian dari perangkat lunak, kemudian diimplementasikan dan ditinjau untuk mengidentifikasi kebutuhan lebih lanjut. Model iteratif memudahkan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan fungsional atau desain.
Selain itu, model proses ini mempermudah pengelolaan risiko dan perubahan persyaratan.

  • Tahap Tahap Pemodelan Perangkat Lunak

1.Requirement analyst

Sebelum melakukan pengembangan perangkat lunak, seorang pengembang harus

 mengetahui dan memahami bagaimana informasi kebutuhan penggguna terhadap

sebuah perangkat lunak. Metode pengumpulan informasi ini dapat diperoleh dengan

 berbagai macam cara diantaranya, diskusi, observasi, survei, wawancara, dan

 sebagainya. Informasi yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisa sehingga

 didapatkan data atau informasi yang lengkap mengenai spesifikasi kebutuhan

 pengguna akan perangkat lunak yang akan dikembangkan.


2. System And Software Design

Informasi mengenai spesifikasi kebutuhan dari tahap Requirement Analysis

 selanjutnya di analisa pada tahap ini untuk kemudian diimplementasikan pada desain

 pengembangan. Perancangan desain dilakukan dengan tujuan membantu memberikan

gambaran lengkap mengenai apa yang harus dikerjakan. Tahap ini juga akan

 membantu pengembang untuk menyiapkan kebutuhan hardware dalam pembuatan

 arsitektur sistem perangkat lunak yang akan dibuat secara keseluruhan


3.Implementation

Tahap implementation and unit testing merupakan tahap pemrograman. Pembuatan

 perangkat lunak dibagi menjadi modul-modul kecil yang nantinya akan digabungkan

 dalam tahap berikutnya. Disamping itu, pada fase ini juga dilakukan pengujian dan

 pemeriksaan terhadap fungsionalitas modul yang sudah dibuat, apakah sudah

 memenuhi kriteria yang diinginkan atau belum.


4.Intregation

Setelah seluruh unit atau modul yang dikembangkan dan diuji di tahap implementasi

 selanjutnya diintegrasikan dalam sistem secara keseluruhan. Setelah proses integrasi

 selesai, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan pengujian sistem secara keseluruhan

 untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kegagalan dan kesalahan sistem.


5.Operation And Maintenance

Pada tahap terakhir perangkat lunak yang sudah jadi

 dioperasikan pengguna dan dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan memungkinkan

 pengembang untuk melakukan perbaikan atas kesalahan yang tidak terdeteksi pada

 tahap-tahap sebelumnya. Pemeliharaan meliputi perbaikan kesalaha, perabikan

 implementasi unit sistem, dan peningkatan dan penyesuaian sistem sesuai dengan

 kebutuhan.














Sir Ardhan © 2008 Template by:
SkinCorner