Rabu, 04 Februari 2026

Stored Function : Pengertian,Karakteristik,Manfaat & Contoh Soal

 

Stored Functions


Apa itu Stored Functions?

Function MySQL adalah objek database yang berisi sekumpulan perintah SQL dan digunakan untuk mengembalikan satu nilai hasil. Function dapat dipanggil langsung di dalam perintah SQL seperti SELECT, INSERT, dan UPDATE.

Karakteristik Function MySQL

Berikut beberapa karakteristik utama function pada MySQL:

  • Mengembalikan satu nilai
  • Tidak menghasilkan result set (tabel)
  • Dapat digunakan berulang kali
  • Mendukung variabel lokal

Manfaat Penggunaan Function

Penggunaan function dalam database memiliki beberapa manfaat, antara lain:

-Efisiensi Kode
Perhitungan yang sering digunakan tidak perlu ditulis berulang-ulang.

-Konsistensi Perhitungan
Semua perhitungan dilakukan dengan rumus yang sama.

-Kemudahan Pemeliharaan
Jika aturan berubah, cukup mengubah function.

-Integrasi Langsung dengan Query
Function dapat digunakan langsung pada INSERT, UPDATE, dan SELECT.

-Keamanan Logika Bisnis
Logika perhitungan tersimpan di database, bukan di aplikasi.
Cocok untuk operasi perhitungan

Contoh Soal :

Buatlah sebuah database penjualan toko dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Buat tabel:

    • barang

    • penjualan

    • detail_penjualan

    • diskon

  2. Struktur tabel:

    • barang
      berisi id_barang, nama_barang, harga, dan stok

    • penjualan
      berisi id_penjualan, tanggal, total_harga, diskon_persen, total_diskon, dan total_bayar

    • detail_penjualan
      berisi id_detail, id_penjualan, id_barang, qty, harga, dan subtotal

    • diskon
      berisi minimal_belanja dan diskon_persen

  3. Ketentuan diskon:

    • Minimal belanja 1.000.000 mendapat diskon 10%

    • Minimal belanja 2.000.000 mendapat diskon 20%

    • Minimal belanja 3.000.000 mendapat diskon 50%

  4. Buat relasi antar tabel sesuai dengan fungsinya.

  5. Buat function MySQL untuk menghitung diskon dan total bayar berdasarkan total belanja.

Jawaban:



 Buat Database seperti dibawah ini


 Function 


1. Function untuk mengetahui berapa diskon yang di dapat :



Execution :



Hasil :


2. Function untuk mengetahui berapa total yang sudah dipotong diskon :



Execution :




Hasil :


3. Function untuk mengetahui berapa nominal diskon yang di dapat :



Execution :




Hasil :


Rabu, 07 Januari 2026

Procedure Database

Stored Procedure Database


  • Apa Itu Stored Procedure?

Stored Procedure merupakan sebuah fungsi dari SQL untuk menyimpan syntax SQL dan dapat digunakan berulang kali tanpa mengubah isi dari script tersebut. Biasanya, stored procedure digunakan untuk membuat sebuah tabel atau database yang digunakan berulang kali.  

  • Fungsi Stored Procedure

Stored procedure memiliki beberapa fungsi utama yang membuatnya banyak digunakan dalam pengelolaan database, di antaranya:

1.Meningkatkan Efisiensi

Query yang tersimpan akan dieksekusi langsung oleh server database tanpa perlu dikompilasi ulang, sehingga prosesnya lebih cepat.

2. Mengurangi Redundansi

Prosedur yang sama bisa digunakan berkali-kali tanpa menulis ulang query, sehingga lebih praktis dan konsisten.

3.Mendukung Logika Bisnis

Aturan bisnis dapat diletakkan di dalam database, misalnya validasi data atau perhitungan otomatis, sehingga aplikasi menjadi lebih ringan.

4.Mempermudah Integrasi Aplikasi

Aplikasi cukup memanggil prosedur dengan parameter tertentu tanpa harus tahu detail query yang kompleks.

5.Meningkatkan Keamanan

Administrator database bisa memberi akses hanya untuk menjalankan prosedur tertentu, tanpa membuka akses langsung ke tabel
 

  • Kelebihan Stored Procedure

Stored procedure memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya layak digunakan, seperti:

1.Efisiensi

Proses eksekusi dilakukan langsung di server database sehingga mengurangi beban aplikasi.

2.Konsistensi

Aturan bisnis dapat disimpan dalam satu prosedur dan dipanggil berulang kali, sehingga mengurangi kemungkinan perbedaan logika di aplikasi.

3.Keamanan

Akses data dapat dibatasi hanya melalui prosedur tertentu, bukan langsung ke tabel.

4.Kemudahan Pemeliharaan

Perubahan logika cukup dilakukan pada prosedur, tanpa perlu mengubah kode aplikasi di banyak tempat.

    • Langkah-Langkah Membuat Procedure Database

    1Buat database dengan nama "db_kampus", di dalamnya bikin tabel, contoh nama "dosen"



    2. Isi kolom pada tabel dosen :



    3. Lalu isi data pada tabel dosen : 


    procedur 1

    1. Pada database tbl_dosen, klik "Routines"
    2. Lalu klik Create new routine
    3. Isi seperti pada gambar berikut :



    4. Klik "Go"
    5. Lalu klik "Execute"
    6. Kosongi Value kemudian klik "Go"



    7. Hasilnya akan keluar seperti berikut : 


    procedur 2

    1. Klik Create new routine
    2. Isi seperti pada gambar berikut :
    3. Klik "Go"



    4. Lalu klik "Execute" dan isi seperti berikut :
        
    MISAL :
            P_jenis = provinsi   
            P_nama = Jawa Timur




    5. Hasilnya akan keluar seperti berikut : 




    TERIMA KASIH


Rabu, 26 November 2025

Database Arsip Perusahaan

 Sistem Arsip Digital Perusahaan


Dalam sebuah perusahaan, terutama yang bergerak di industri energy drink dengan proses produksi, pemasaran, distribusi, dan legalitas yang kompleks, keberadaan sistem arsip yang tertata rapi merupakan kebutuhan mutlak.

Melalui sistem Database Arsip Perusahaan, seluruh data dapat dikelola dengan lebih profesional, modern, dan aman. Berikut rangkuman bagaimana sistem ini bekerja dan keunggulan yang dapat diperoleh perusahaan.


1. Database


Ini merupakan database yang berisi struktur tabel berupa :
1. arsip
2. departemen
3.file_arsip
4.kategori_arsip

2. Tabel [arsip]

Ditabel [arsip] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



3. Tabel [departemen]

Ditabel [departemen] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



4. Tabel [file_arsip]

Ditabel [file_arsip] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



5.Tabel [kategori_arsip]

Ditabel [kategori_arsip] memuat kolom dan isi data seperti dibawah ini : 



6. Relasi Database


1. Tabel departemen → tabel arsip
Relasi:
-One-to-Many (1 Departemen memiliki banyak Arsip)

2. Tabel kategori_arsip → tabel arsip
Relasi:
-One-to-Many (1 Kategori memiliki banyak Arsip)

3. Tabel arsip → tabel file_arsip
Relasi:
-One-to-Many (1 Arsip memiliki banyak File)

-Departemen memiliki banyak Arsip
-Kategori Arsip memiliki banyak Arsip
-Arsip memiliki banyak File Arsip
Semua relasinya adalah One-to-Many, tidak ada Many-to-Many dan tidak ada One-to-One.

7. Trigger Database

Setiap kali ada perubahan pada data arsip (misalnya update informasi), sistem akan memeriksa:
1. tanggal_upload arsip
2. Menghitung selisih umur terhadap tanggal hari ini
3. Jika umur ≥ 5 tahun → status langsung diganti menjadi diarsipkan.

Fitur ini mencegah arsip lama terlewat atau tidak terkelola.


Minggu, 07 September 2025

Trigger SQL

TRIGGER SQL

Apa Itu Trigger SQL ?

Trigger SQL adalah sebuah mekanisme otomatis di dalam sistem manajemen basis data yang akan berjalan secara otomatis ketika ada peristiwa tertentu pada sebuah tabel, seperti INSERT (penambahan data), UPDATE (perubahan data), atau DELETE (penghapusan data). Dengan adanya trigger, kita tidak perlu menuliskan perintah SQL secara manual setiap kali ada perubahan data, karena database akan langsung menjalankannya.

Fungsi Utama Trigger ?

  • Otomatisasi proses rutin di database.
  • Validasi data sebelum disimpan.
  • Menjaga log atau riwayat perubahan data.
  • Mengurangi beban aplikasi karena sebagian logika sudah ditangani di level database.
Dengan kata lain, trigger adalah asisten otomatis di database yang bekerja di belakang layar untuk memastikan data selalu benar, akurat, dan konsisten tanpa harus campur tangan manual dari programmer atau pengguna.

Contoh Trigger

1. Stok Berubah Jika Di Update


2. Stok Kembali Jika Di Hapus


3. Stok Berubah Jika DI Insert





Rabu, 27 Agustus 2025

Join Database

 JOIN DATABASE

- Apa Itu Join Database ?

  JOIN database adalah perintah dalam Structured Query Language (SQL) yang digunakan untuk menggabungkan baris-baris dari dua tabel atau lebih berdasarkan kolom atau kunci yang saling berhubungan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu set data yang lebih lengkap dari beberapa tabel yang terpisah, serta untuk menciptakan tabel sementara baru (temporary table) yang berisi gabungan data tersebut

- Macam Macam Join Database

1. Inner Join

Inner join merupakan penggabungan yang cukup umum digunakan, dimana pada join ini SQL hanya akan mengambil data yang beririsan saja untuk masing-masing tabel. Sementara untuk data yang tidak sama untuk kedua tabel akan diabaikan. Misalkan kita memiliki 2 table, yaitu table orders dan table customer, lalu kita ingin menggabungkan kedua tabel menggunakan INNER JOIN dengan Customer ID sebagai kata kuncinya.

2. Left Join

Jenis join selanjutnya yang juga sering digunakan oleh praktisi data adalah LEFT JOIN. Pada umumnya, konsep join yang digunakan masih sama, yaitu menggabungkan dua tabel atau lebih. Hanya saja pada left join, SQL akan menampilkan semua isi dari tabel pertama kemudian untuk data di tabel kedua akan menyesuaikan dengan kolom yang ada di tabel kedua.


3. Right Join

Konsep yang digunakan pada right join sebenarnya hampir mirip dengan konsep yang digunakan pada left join. Jika pada left join SQL akan menggabungkan data dengan mengikuti tabel pertama yang dianggap berada di kiri, maka pada right join data akan digabungkan sesuai dengan kolom yang ada pada tabel kedua.

4. Outer Join


Join selanjutnya yang bisa kamu gunakan adalah Full Join atau yang dikenal juga dengan sebutan Outer Join. Pada Outer Join, semua data baik yang ada di tabel yang ada di sebelah kiri maupun tabel yang ada di sebelah kanan akan dimasukkan semuanya. Kemudian untuk data yang kosong di masing-masing tabel akan diberi nilai Null.


Minggu, 24 Agustus 2025

Tugas Normalisasi

 Tugas Normalisasi


0NF

Contoh data di atas merupakan data yang belum dinormalisasi, selanjutnya menuju tahap normalisasi 1NF.


1NF

Suatu tabel dikatakan 1NF jika dan hanya jika setiap atribut dari data tersebut hanya memiliki nilai tunggal dalam satu baris.


2NF




Syarat 2NF adalah tidak diperkenankan adanya partial “functional dependency” kepada primary key dalam sebuah tabel.

3NF



Pada 3NF tidak diperkenankan adanya partial “transitive dependency” dalam sebuah tabel.
Sir Ardhan © 2008 Template by:
SkinCorner